Senin, 14 Desember 2015

tuhan di ' surabaya'





Ketika “Tuhan” berpolitik             


Dalam tafsir Munir karya Imam Nawawi al bantani, ulama Indonesia yang berkelas Internasional dan mendapat gelar spektakuler dari ulama mesir, sayyidu ulama al hijaz (pimpinan ulama hijaz), diceritakan bahwa sebelum kelahiran Nabi Musa AS. maaf kawan, itu bukan singkatan Amerika serikat, tapi singkatan alaihissalam, si Firaun, raja yang terkenal dengan kedhalimannya itu bermimimpi yang membuatnya gusar sepanjang waktu.
Ia bermimpi menyaksi -kan gulungan api besar yang muncul dari arah Baitul muqaddas, Palestina dan

kemudian api itu bergerak menuju Mesir dan membakar seluruh rumah orang Mesir. Yang membuat Firaun itu tak habis pikir, api tersebut tidak menyentuh rumah-rumah orang Bani Israil sedikitpun.
Menurut para peramal yang mengelilinginya, mimpi tersebut bermakna bahwa pada suatu saat akan lahir seorang anak yang sangat kuat yang dapat mengakhiri kekuasaan Firaun. Ia sangat percaya terhadap ramalan tersebut. Kalau nggak percaya peramal, namanya bukan Firaun. Iya kan kawan…?. Nah..kawan-kawan tahu, apa yang kemudian dilakukan Firaun untuk merespon prediksi para peramal tersebut

Firaun kemudian membuat suatu sistem super kejam dan tanpa kompromi yang dapat menghalangi terjadinya ramalan tersebut. Lalu ia mengeluarkan surat keputusan untuk membunuh semua bayi laki-laki. Dalam tafsir Munir tersebut dijelaskan bahwa bayi yang dibantai mencapai 12000 anak. Menurut akal kita, sistem yang dibangun oleh Firaun tersebut tidak memungkinkan selamatnya seorang anakpun. Bagaimana bisa selamat, lha

wong setiap ada wanita yang hamil si Firaun mengirim Tentara untuk memantau dan kemudian mengabisi anak yang lahir. Namun apa yang terjadi kawan…, jika Allah sudah mentakdirkan satu peristiwa terjadi, maka periwtiwa tersebut pasti terjadi. Allah ta’ala berfirman,
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" maka jadilah sesuatu itu”(QS. Yasin: 82)

Seiring dengan berjalannya waktu, ramalan mimpi tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Sistem yang dibangun sedemikian ketat dan bahkan super ketat tersebut ternyata akhirnya tunduk juga pada kuasa Allah Swt. Karena semua sistem yang ada di muka bumi ini tunduk kepada Allah Swt. Kemudian, dengan izin Allah Swt. lahirlah Nabi Musa AS. yang  dibesarkan dilingkungan Kerajaan Firaun dan pada Akhirnya beliau menjadi perwujudan dari api besar yang menyala-nyala yang menghanguskan kedzaliman si raja yang maha dzalim. 
Penjelasan tersebut diungkapkan oleh Imam Nawawi al Bantani kekita beliau menafsiri surat al Baqarah “dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Baqoroh: 49)
Kawan-kawan, sebagai warga kota pahlawan, kita patut berbangga, karena kita dikaruniai seorang pemimpin yang spektakuler. Beliau lahir dari hiruk pikuk sistem politik yang dibangun oleh para politikus  Negeri ini diatas dasar kepentingan pribadi dan kelompok. Sudah bukan menjadi


rahasia lagi bahwa siapapun yang mencalonkan diri menjadi pemimpin di seluruh level di Negeri Rekening ini, maka kelayakan dia akan diukur dengan sebarapa gendut rekeningnya dan seberapa tebal dompetnya. Jika menguntungkan parpol pendukung, maka ia bisa lolos jadi calon.
Sistem tersebut, sama sekali menutup ruang bagi mereka yang punya kemampuan, ilmu dan gairah unuk benar-benar mensejahterakan masyarakat. Mereka yang masih cinta pada ibu pertiwi, namun mereka tidak punya rekening gendut dan dompet yang tebal. Menurut logika kita, hampir mustahil mereka yang mulya itu bisa tampil sebagai pemimpin. Karena Sistem yang dibagun oleh para politisi kita sangat ketat dan  mirip dengan sistem yang

dibangun  oleh Firaun, si raja dzolim tersebut.
Ditengah hiruk-pikuk perpolitikan tersebut, ternyata Allah ta’ala, Tuhan yang mengendalikan segala sesuatu, maha kuasa dan maha penyayang sangat sayang kepada kita. Allah mengirim warga kota Pahlawan ini seorang Pahlawan dengan Semangat kerja yang tinggi yang didasari oleh pengabdian kepada Allah Swt. Dan rasa sayang kepada rakyatnya menjadi tolak ukur yang sangat nyata. Ini salah satu kata beliau “Saya dipilih untuk merawat dan mensejahaterakan warga”(Kompas.com Desember 2014)
Sejak dipimpin oleh beliau, kota ini meraih berbagai macam penghargaan berkelas,

diantaranya  Environmentally Award 2012 dan Adipura Kencana (penghargaan tertinggi lingkungan hidup di Indonesia). Ada sebagian teman yang mengatakan bahwa wali kota kita ini benar-benar wali lho, amin. Saya amini aja, karena siapa coba yang nggak senang kalau pemimpinnya adalah orang yang takut hanya kepada Allah ta’ala, tidak kepada parpol dan pemilik modal. Kalau satu wilayah dipimpimpin oleh orang berkompeten dan menjadikan Allah sebagai ruh program-progmnya, maka pasti wilayah dan masyarakatnya akan diselimuti dengan keberkahan dan kasih sayang Allah Swt (QS. Al A’raf: 96).
Di tangan beliau, Gang Dolli, komplek prostitusi yang sangat terkenal dan legendaris tersebut dapat ditutup dengan izin Allah Swt.
Padahal menurut akal, rasanya tidak mungkin prostitusi yang menjadi icon negatif Kota Pahlawan ini ditutup karena masalah yang sangat kompleks dan sudah mengakar. Disamping itu yang tidak kalah beratnya adalah besarnya pemasukan Dolly untuk APBD yang jumlahnya sampai milyaran rupiah(www.merdeka.com/17 Nov 2013). sungguh luar biasa, pada era beliau juga, pergaulan bebas, pelacuran di hotel-hotel, trek-trekan di malam tahun baru bisa diminimalisir secara signifikan.
Sungguh  anugrah Allah begitu besar terhadap warga kota pahlawan. Mari kita jaga Anugrah yang besar ini dengan selalu menebar amal soleh dan kebaikan agar Allah Swt. selalu menyelimuti kota Pahlawan ini dengan karunia yang lebih besar lagi.Amin….
*Adalah  dosen yang eksistensi kajian (kontekstualitas) AL Qur’an tidak diragukan lagi dan tulisan ini salah satu hasil pembacaan beliau  .