Senin, 14 Desember 2015

BEM Taswir ter-'BANGUN' (tantangan memajukan taswir)



 BEM Sudah ter bangun
(Tantangan  Memajukan Taswir)

                Kini, bahkan sejak dulu  soal kemajuan kampus taswirul afkar (TA) bukan jadi angan angan ataupun sekedar impian yang ada ditingkat wacana, namun pergulatan yang menggebu gebu membuktikan bahwa kehendak memajukan TA sangat tinggi. So,  kini kehendak itu semakin  mendesak untuk di wujudkan dan karenanya maka pertanyaanya adalah bagaimana memajukan TA menjadi salah satu pertanyaan kunci untuk segera ditemukan jawabanya.
                Setelah terpilihnya ketua BEM periode 2015/2017 kemarin, pertanyaan diatas menjadi hal yang harus didengar dan diwujudkan dengan menemukan jawaban oleh BEM terpilih .dan perlu diingat bagaimana rumus rumus pemajuan TA harus terfahamkan demi untuk mewujudkanya.diantaranya, perbaikan sistem, peningkatan anggaran, sekaligus mampu menghadirkan kepemimpinan yang bertipe gerakan. Kalau perbaikan - perbaikan tersebut tidak diwujudkan tentu saja kemajuan TA belum berada digerbang  pintu kemajuan.
                Belum berada digerbang pintu kemajuan alias belum  (siap) maju. tentu tidak bermakan TA tidak akan maju, namun menurut hemat penulis pemimpin (BEM) TA jangan terlalu lambat/ lama mewujudkan kemajuan itu  sedang banyak yang merasa dan yakin TA bisa dan potensial untuk maju ,namun jika belum juga terwujud walaupun penulis sadar dalam memajukan tidak bisa langsung maka akan berdampak yang tidak baik.naudzubillah min zalik.diantaranya dampak yang terbesar adalah tidak bisa terbangunnya ideologi gerakan yang baik dan akan memunculkan  ideologi apatis.
                Dan akhirnya penulis katakan bahwa memang tidak ada rumus tunggal untuk memberi kepastian dalam memajukan TA segera terwujud. Namun sekali lagi penulis tekankan salah satu fokus kita dalam waktu dekat ini adalah berdoa mudah - mudahan pemimpin BEM terpilih ini bisa menjawab persoalan diatas..amiiiin
                Lantas, pertanyaan yang muncul adalah pemimpin yang bagaimana dan seperti apa yang dibutuhkan oleh taswir saat ini ? secara tegas penulis jawab bahwa TA membutuhkan pemimpin yang suka tantangan bukan pemimpin yang suka menantang, seorang pemimpin yang suka bergaul dengan semua bukan pemimpin yang apriori terhadap sebagian saja,seorang  pemimpin yang suka turun gunung –meminjam jargon jokowi- blusukan, seorang pemimpin  yang suka membangun hubungan bukan pemimpin yang biasa memutus hubungan dan yang paling dinantikan dan diharapkan adalah seorang pemimpin yang bisa menerapkan, bukan pemimpin yang hanya berbicara dan berteori saja. Dalam pada itu, bagi pemimpin BEM terpilih ini harapan segenap mahasiswa TA menunggu dan berdoa mudah mudahan visi dan misi yang digembar gemborkan akan terwujud,sekali lagi selamat dan sukses untuk ketua BEM baru.salam pergerakan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar