BEM Sudah ter “ bangun ”
(Tantangan Memajukan Taswir)
Kini,
bahkan sejak dulu soal kemajuan kampus
taswirul afkar (TA) bukan jadi angan angan ataupun sekedar impian yang ada
ditingkat wacana, namun pergulatan yang menggebu gebu membuktikan bahwa
kehendak memajukan TA sangat tinggi. So,
kini kehendak itu semakin
mendesak untuk di wujudkan dan karenanya maka pertanyaanya adalah
bagaimana memajukan TA menjadi salah satu pertanyaan kunci untuk segera
ditemukan jawabanya.
Setelah
terpilihnya ketua BEM periode 2015/2017 kemarin, pertanyaan diatas menjadi hal
yang harus didengar dan diwujudkan dengan menemukan jawaban oleh BEM terpilih .dan
perlu diingat bagaimana rumus rumus pemajuan TA harus terfahamkan demi untuk
mewujudkanya.diantaranya, perbaikan sistem, peningkatan anggaran, sekaligus
mampu menghadirkan kepemimpinan yang bertipe gerakan. Kalau perbaikan - perbaikan tersebut tidak
diwujudkan tentu saja
kemajuan TA belum ber’ada’ digerbang pintu kemajuan.
Belum
berada digerbang pintu kemajuan alias belum
(siap) maju. tentu tidak bermakan TA tidak akan maju, namun menurut
hemat penulis pemimpin (BEM) TA jangan terlalu lambat/ lama mewujudkan kemajuan
itu sedang banyak yang merasa dan yakin
TA bisa dan potensial untuk maju ,namun jika belum juga terwujud walaupun
penulis sadar dalam memajukan tidak bisa langsung maka akan berdampak yang tidak
baik.naudzubillah min zalik.diantaranya dampak yang terbesar adalah tidak bisa
terbangunnya ideologi gerakan yang baik dan akan memunculkan ideologi apatis.
Dan
akhirnya penulis katakan bahwa memang tidak ada rumus tunggal untuk memberi
kepastian dalam memajukan TA segera terwujud. Namun sekali lagi penulis
tekankan salah satu fokus kita dalam waktu dekat ini adalah berdoa mudah -
mudahan pemimpin BEM terpilih ini bisa menjawab persoalan diatas..amiiiin
Lantas,
pertanyaan yang muncul adalah pemimpin yang bagaimana dan seperti apa yang
dibutuhkan oleh taswir saat ini ? secara tegas penulis jawab bahwa TA
membutuhkan pemimpin yang suka tantangan bukan pemimpin yang suka menantang, seorang
pemimpin yang suka bergaul dengan semua bukan pemimpin yang apriori terhadap sebagian
saja,seorang pemimpin yang suka turun
gunung –meminjam jargon jokowi- blusukan, seorang pemimpin yang suka membangun hubungan bukan pemimpin
yang biasa memutus hubungan dan yang paling dinantikan dan diharapkan adalah
seorang pemimpin yang bisa menerapkan, bukan pemimpin yang hanya berbicara dan
berteori saja. Dalam pada itu, bagi pemimpin BEM terpilih ini harapan segenap
mahasiswa TA menunggu dan berdoa mudah mudahan visi dan misi yang digembar
gemborkan akan terwujud,sekali lagi selamat dan sukses untuk ketua BEM baru.salam
pergerakan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar