Senin, 14 Desember 2015

apakah aku seorang wahabi


Aku memakai jubah kau tuduh aku wahhabi. Padahal aku berjubah karena Rasulullah berjubah. Salahkah aku meneladani beliau?
       Aku meninggikan celanaku di atas mata kaki kau tuduh aku wahhabi. Padahal aku mengamalkan hukum isbal.
     Aku memelihara jenggot kau menuduh aku wahhabi. Padahal Rasulullah menganjurkannya.
     Aku berkata “Bid’ah” kau anggap aku wahhabi. Padahal bid’ah adalah haq dan Rasulullah sendiri yang mengucapkannya.
     Aku berkata “Kafir/musyrik/sesat”  kau tuduh aku wahhabi. Padahal Al-Quran banyak menyebut kata itu. Apakah engkau anti dengan Al-Quran?
      Aku berdalil dengan Al-Quran dan Hadits kau anggap aku wahhabi. Padahal keduanya adalah sumber hukum islam.
      Aku membaca Al-Quran dengan fasih kau anggap aku wahhabi. Padahal seperti itulah Al-Quran harus dibaca.
      Ketika ceramah aku tidak bergurau dan kau menuduh aku wahhabi. Padahal ilmu tidak akan masuk bersama gurauan.
      Aku membahas masalah jihad kau tuduh aku wahhabi. Apa kau ingin menghapus dan meniadakan jihad?
     Aku menuntut ilmu di Negeri Arab kau tuduh aku wahhabi. Padahal ulama-ulama terdahulu mengembara jauh demi ilmu.
Seorang wanita memakai cadar dan kau menuduhnya wahhabi. Padahal cadar dikukuhkan dalam madzhab Imam Syafi’I ra.
     Aku anti liberal dan kau bilang aku wahhabi. Padahal seharusnya kau juga harus anti dengannya.
     Aku berjidad hitam dan kau menganggap aku wahhabi. Padahal aku tak pernah memintanya.
     Aku memanggilmu “antum” kau anggap aku wahhabi. Padahal apa ruginya bagimu?
     Jangan sampai karena si wahhabi itu engkau membenci sunnah-sunnah Rasul.
     Jangan sampai karena si wahhabi itu kau mengejek  dan merendahkan orang yang mengamalkan sunnah.
     Sebenarnya, kau memerangi si wahhabi karena mereka sesat-menyesatkan atau karena mereka membencimu?
 


     Si wahhabi selalu menghujatmu, dan kau juga menghujatnya. Lalu apa bedanya kau dengan mereka?
Tidakkah kau sadar, betapapun mereka sesat, tapi mereka banyak mengamalkan sunnah. Lalu sebenarnya kau membenci si wahhabi atau sunnah Rasul?
    Lantas, jika kau membenci wahhabi, mengapa kau masih malu berjubah, menaikkan celana, berjenggot, dan bercadar?
Atau kau tidak sadar, bahwa jubah, menaikkan celana di atas mata kaki, jenggot, dan cadar adalah milik islam bukan milik si wahhabi.
*Penulis adalah Mahasiswa aktif  STAI TA Smt 7 yang sekaligus mahasiswa kelembagaan Bahasa Arab( LPBA)di Sunan Ampel Surabaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar