Ketika “Tuhan” berpolitik
Dalam tafsir Munir
karya Imam Nawawi al bantani, ulama Indonesia yang berkelas Internasional dan
mendapat gelar spektakuler dari ulama mesir, sayyidu ulama al hijaz
(pimpinan ulama hijaz), diceritakan bahwa sebelum kelahiran Nabi Musa AS. maaf
kawan, itu bukan singkatan Amerika serikat, tapi singkatan alaihissalam,
si Firaun, raja yang terkenal dengan kedhalimannya itu bermimimpi yang
membuatnya gusar sepanjang waktu.
Ia bermimpi
menyaksi -kan
gulungan api besar yang muncul dari arah Baitul muqaddas, Palestina dan
kemudian
api itu bergerak menuju Mesir dan membakar seluruh rumah orang Mesir. Yang
membuat Firaun itu tak habis pikir, api tersebut tidak menyentuh rumah-rumah
orang Bani Israil sedikitpun.
Menurut para peramal yang mengelilinginya, mimpi
tersebut bermakna bahwa pada suatu saat akan lahir seorang anak yang sangat
kuat yang dapat mengakhiri kekuasaan Firaun. Ia sangat percaya terhadap ramalan tersebut.
Kalau nggak percaya peramal, namanya bukan Firaun. Iya kan kawan…?.
Nah..kawan-kawan tahu, apa yang kemudian dilakukan Firaun untuk merespon prediksi para peramal tersebut
Firaun kemudian
membuat suatu sistem super kejam dan tanpa kompromi yang dapat menghalangi
terjadinya ramalan tersebut. Lalu ia mengeluarkan surat keputusan untuk
membunuh semua bayi laki-laki. Dalam tafsir Munir tersebut dijelaskan bahwa
bayi yang dibantai mencapai 12000 anak. Menurut akal kita, sistem yang dibangun
oleh Firaun tersebut tidak memungkinkan selamatnya seorang
anakpun. Bagaimana bisa selamat, lha
wong setiap ada wanita yang hamil
si Firaun mengirim Tentara untuk memantau dan kemudian mengabisi anak yang
lahir. Namun apa yang terjadi kawan…, jika Allah sudah mentakdirkan satu
peristiwa terjadi, maka periwtiwa tersebut pasti terjadi. Allah ta’ala
berfirman,
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" maka jadilah sesuatu itu”(QS. Yasin: 82)
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah!" maka jadilah sesuatu itu”(QS. Yasin: 82)
Seiring
dengan berjalannya waktu, ramalan mimpi tersebut akhirnya menjadi kenyataan.
Sistem yang dibangun sedemikian ketat dan bahkan super ketat tersebut ternyata
akhirnya tunduk juga pada kuasa Allah Swt. Karena semua sistem yang ada di muka
bumi ini tunduk kepada Allah Swt. Kemudian, dengan izin Allah Swt. lahirlah
Nabi Musa AS.
yang dibesarkan dilingkungan Kerajaan
Firaun dan pada Akhirnya beliau menjadi perwujudan dari
api besar yang menyala-nyala yang menghanguskan kedzaliman si raja yang maha
dzalim.
Penjelasan
tersebut diungkapkan oleh Imam Nawawi al Bantani kekita beliau menafsiri surat
al Baqarah “dan
(ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya;
mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu
yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang
demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Baqoroh: 49)
Kawan-kawan,
sebagai warga kota pahlawan, kita patut berbangga, karena kita dikaruniai seorang
pemimpin yang spektakuler. Beliau lahir dari hiruk pikuk sistem politik yang
dibangun oleh para politikus Negeri ini
diatas dasar kepentingan pribadi dan kelompok. Sudah bukan menjadi
rahasia
lagi bahwa siapapun yang mencalonkan diri menjadi pemimpin di seluruh level di “Negeri
Rekening” ini,
maka kelayakan dia akan diukur dengan sebarapa gendut rekeningnya dan
seberapa tebal dompetnya. Jika menguntungkan parpol pendukung, maka ia bisa
lolos jadi calon.
Sistem
tersebut, sama sekali menutup ruang bagi mereka yang punya kemampuan, ilmu dan gairah
unuk benar-benar mensejahterakan masyarakat. Mereka yang masih cinta pada ibu
pertiwi, namun mereka tidak punya rekening gendut dan dompet yang tebal.
Menurut logika kita, hampir mustahil mereka yang mulya itu bisa tampil sebagai
pemimpin. Karena Sistem yang dibagun oleh para politisi kita sangat ketat
dan mirip dengan sistem yang
dibangun oleh Firaun, si raja dzolim tersebut.
Ditengah
hiruk-pikuk perpolitikan tersebut, ternyata Allah ta’ala, Tuhan yang
mengendalikan segala sesuatu, maha kuasa dan maha penyayang sangat sayang
kepada kita. Allah mengirim warga kota Pahlawan ini seorang Pahlawan dengan
Semangat kerja yang tinggi yang didasari oleh pengabdian kepada Allah Swt. Dan
rasa sayang kepada rakyatnya menjadi tolak ukur yang sangat nyata. Ini salah
satu kata beliau “Saya dipilih untuk merawat dan mensejahaterakan
warga”(Kompas.com Desember 2014)
Sejak
dipimpin oleh beliau, kota ini meraih berbagai macam penghargaan berkelas,
diantaranya
Environmentally Award 2012 dan Adipura Kencana (penghargaan
tertinggi lingkungan hidup di Indonesia). Ada
sebagian teman yang mengatakan bahwa wali kota kita ini benar-benar wali lho,
amin. Saya amini aja, karena siapa coba yang nggak senang kalau pemimpinnya
adalah orang yang takut hanya kepada Allah ta’ala, tidak kepada parpol dan
pemilik modal. Kalau satu wilayah dipimpimpin oleh orang berkompeten dan
menjadikan Allah sebagai ruh program-progmnya, maka pasti wilayah dan
masyarakatnya akan diselimuti dengan keberkahan dan
kasih sayang Allah Swt (QS. Al A’raf: 96).
Di
tangan beliau, Gang Dolli, komplek prostitusi
yang sangat terkenal dan legendaris tersebut dapat ditutup dengan izin Allah
Swt.
Padahal menurut
akal, rasanya tidak mungkin prostitusi yang menjadi icon negatif Kota Pahlawan
ini ditutup karena masalah yang sangat kompleks dan sudah mengakar. Disamping
itu yang tidak kalah beratnya adalah besarnya pemasukan Dolly untuk APBD yang
jumlahnya sampai milyaran rupiah(www.merdeka.com/17 Nov 2013).
sungguh luar biasa, pada era beliau juga, pergaulan bebas, pelacuran di
hotel-hotel, trek-trekan di malam tahun baru bisa diminimalisir secara
signifikan.
Sungguh anugrah Allah begitu besar terhadap warga
kota pahlawan. Mari kita jaga Anugrah yang besar ini dengan selalu menebar amal
soleh dan kebaikan agar Allah Swt. selalu menyelimuti kota Pahlawan ini dengan
karunia yang lebih besar lagi.Amin….
*Adalah dosen yang
eksistensi kajian (kontekstualitas) AL Qur’an tidak diragukan lagi dan tulisan
ini salah satu hasil pembacaan beliau .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar