Mahasiswa Ideal…?
|
1.
Berbicaralah dengan kata-kata yang tinggi
Dalam
berbincang, gunakanlah kata-kata yang sulit dimengerti lawan bicaramu. Syukur
syukur jika mereka bertanya padamu arti kata itu. Jangan gunakan kata
“Penerapan” tapi gunakanlah kata “Implementasi”, jangan gunakan “Mencari” tapi
gunakanlah “Mengidentifikasi”. Tips di atas akan semakin mujarab dengan ayunan
tangan ke atas dan ke bawah. Jika engkau sudah melakukan itu, yakinlah bahwa
teman-teman di kampungmu akan menghormati dan menggelarimu dengan sebutan “Iku
lho arek kuliahan”.
2.
Bergabunglah dalam organisasi
Bagi
seorang mahasiswa ideal, organisasi adalah bagian yang sangat penting, bahkan
lebih penting dari kuliah itu sendiri. Mahasiswa yang ideal hendaknya lebih
memilih aktif di organisasi daripada di kelas. Sering absen kuliah adalah salah
satu ciri yang nampak bahwa ia mahasiswa ideal, membela nama baik organisasi
adalah wajib baginya, walau ia harus menentang pendapat dosen dengan pendapat
seniornya sekalipun.
Di
dalam organisasi, engkau akan mendapat banyak ilmu. Salah satu ilmu yang pasti
diajarkan ialah ilmu mengkritik pemerintah. Untuk menguasainya, engkau harus
update berita entah itu di koran, surat kabar, atau televisi. Selain itu engkau
juga harus menghafal nama-nama pejabat pemerintah, atau untuk lebih wow,
tunjukkan foto ketika engkau bersama para pejabat itu agar engkau dinobatkan
menjadi yang paling mahir diantara teman-teman organisasimu.
3.
Sering bertanya
Sungguh
kami mahasiswa ideal sangat bingung dengan mereka yang hanya mendengarkan
penjelasan dosen lalu mengagguk-anggukkan kepalanya. Tidakkah mereka mengerti
bahwa mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang sering bertanya ? Oleh karena itu,
wahai para mahasiswa, bertanyalah engkau walau tadi ketika dosen menerangkan
engkau bermain HP. Dan ketika dosen
menjawab pertanyaanmu, ajukan sanggahan sampai sang dosen tidak bisa menjawab.
Dengan demikian kehebatanmu semakin terlihat.
Dan
lagi, ketika presentasi. Hendaknya engkau menyiapkan pertanyaan yang sulit
walau itu di luar konteks pembahasan. Ada 2 pilihan yang seharusnya engkau
tempuh. Pertama, jangan engkau perhatikan mereka, tapi sibuklah dengan mencari
pertanyaan. Kedua, perhatikan mereka dengan seksama, lalu cari kesalahannya
agar engkau mendapat bahan untuk menjatuhkannya.
4.
Sering mengkritik
Dalam hal apapun, hendaknya mahasiswa ideal
tidak mudah menerima argumen atau statement orang lain. Betapapun, engkau harus
mengkritik argumen itu. Jika argumen mereka tepat, maka katakanlah “belum tentu
semuanya seperti itu” atau “semua
kembali ke orangnya masing-masing”. Yang jelas, mengkritik adalah penting.
Dengan mengkritik engkau bisa meninggikan dirimu dan merendahkan orang lain.
Adapun
ketika presentasi, hujatlah semua pernyataan dosen dan teman-temanmu agar
engkau dikira hebat. Lototkan matamu dan tunjuk dengan telunjukmu orang yang
engkau kritik. Bila perlu pukullah bangku agar teman-teman semakin mengakui
kekritisanmu.
5.
Ikut demo
Yang
satu ini adalah tingkatan mahasiswa yang tertinggi. Engkau akan mencapai
derajat mahasiswa ideal jika sudah melakukannya. Agar terlihat lebih menawan,
coret wajahmu dengan cat dan kibarkan spanduk-spanduk yang isinya membela
rakyat kecil atau gunakan kata-kata kotor di spandukmu agar kamera televisi
menyorotmu.
Setelah
pulang, ceritakan itu semua pada teman-teman di kampung. Semoga dengan itu
mereka semakin bangga memiliki teman sepertimu. Ceritakan juga bahwa tadi
engkau kisruh dengan polisi, engkau diwawancarai wartawan, atau tunjukkan luka
di tubuhmu sebagai penguat cerita agar mereka percaya. Namun ingat, jangan
ceritakan bahwa setelah demo engkau mendapat uang komisi !
Wahai para pembaca, jadilah mahasiswa ideal seperti
yang telah disebutkan di atas. Jika tidak, maka orang-orang di kampungmu tidak
akan tau bahwa engkau mahasiswa, teman-teman sekelasmu tidak akan
menghormatimu, dan bisa jadi engkau akan menyesal seumur hidup hanya karena
waktu 4 tahun yang tidak engkau maksimalkan.
di tulis sebagai pemahaman terhadap kondisi diperguruan tinggi Taswirul Afkar dan salah satu tulisan yang terbit dibuletin al afkar milik semester 5 tapel 2012/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar